Thursday, 11 November 2010

KH. Junaedi Al Baghdadi

Pangeran Penebar Cinta, begitu sebutan bagi KH. Junaedi Al Baghdadi. Beliau aktif melakukan dakwah untuk umat. Dakwahnya benar-benar dilakukan dengan hati yang ikhlas semata-mata untuk kemanfaatan umat dan demi menyenangkan Dzat yang Maha Tinggi. Bagaimana tidak, setiap kali kegiatan pengajian akbar tidak pernah mau menerima upah atas ceramahnya. Umat islam mau datang, mengikuti pengajian dan dzikir saja sudah membuat hatinya senang. Pernah suatu ketika pada akhir bulan April lalu (April '08), terdapat pengajian akbar di Tegal - Jawa Tengah yang mana Beliau bertindak sebagai pengisi ceramah. Dari rumahnya di Bekasi beliau membawa uang sebesar tiga juta rupiah sebagai bekal, namun pada saat akan kembali ke Bekasi tanpa disadari kehabisan uang karena bekal yang di bawa tadi telah habis di bagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan. Dengan terpaksa beliau berhutang kepada jamaahnya yang kaya sebesar lima ratus ribu rupiah untuk persediaan pulang, Subhanallah... Padahal saat itu beliau berceramah di dua tempat dan masing-masing dihadiri ribuan umat. Jika bukan karena cintanya kepada islam, maka pastilah beliau akan memetik keuntungan harta dari pengajian tersebut berupa upah dari ceramahnya. Mungkin bagi yang baru melihat penampilannya, tidak pernah menyangka bahwa beliau adalah seorang 'Ulama Besar. Karena dalam kesehariannya, beliau tidak pernah memperlihatkan ke-'Ulama-annya. Penampilannya seperti layaknya orang biasa. Kesukaannya bercelana panjang, memakai kaos oblong dan bertopi. Kecuali jika sedang berada dalam event religinya, ceramah-ceramah keagamaan dan kegiatan-kegiatan tertentu, beliau selalu berjubah besar dan sorban layaknya ulama-ulama pada umumnya. Demikian sekilas tentang sesosok tokoh yang perlu diteladani tentang sikap, kesopanan, kedermawanan dan kehambaannya kepada Yang Maha Menciptakan. Tentang KH. Junaedi Al Baghdadi akan diceritakan lebih lanjut pada waktu yang akan datang. Diposkan oleh Al Baghdadi Lovers di 3:57 PM 54 komentar: riki apriyansyah mengatakan... betul Abah.... Orang yag selalu mengoreksi kesalahan orang lain ciri orang munafik... biarkan amalan berbeda...tapi kita sebagai umat islam yang sejati besarkan islam.... Wahai Orang yang merasa sempurna, sadarlah engkau dari kenyataan ini...janganlah dirimu selalu mengatasnamakan Allah kalu sebenarnya engaku belum Kenal kepada Allah... Wahai Orang yang merasa sempurna, kalau kau ingin kenal kepada Allah maka datang belajar dulu kepada guruku yaitu Abah KH Junaedi Al-baghdadi pengasuh pondok pesantren Barokatul Qodiri Cibitubng Bekasi.... 9:47 PM Motivasi mengatakan... KH.Junaedi Al baghdadi adalah seorang Kyai yang sangat memikirkan umat,tertama para jamaah dzkir Manakip yang dipimpinya setiap malam senin,bangga rasanya menjadi bagian dari pada jamaah Manakip...Abah kyai ajaklah aku ke lautan cintamu yang luas sampai akhir dunia hingga akherat... 9:09 AM Anonim mengatakan... Saya tidak tahu persis awalnya , sampai sekarang pun aku mencoba melihat lebih dalam akan setiap makna ucapan abah....emosi yang menyelimuti saat abah memberikan tausyiah.. bagi yang hadir , yang mendengar dan yang duduk tenang menanti kejutan kata kata yang abah keluarkann,....... , dari sekian banyak jamaah yang hadir tentuya beribu pulan alasan dan motifasi mereka yang datang ke tempat ini ada yang ingin memperbaiki hidup dalam tanda kutip. ada yng sekedar datang untuk mendengarkan tausyiah , demikian juga ada yag paling banyak mengharap barhakah dari setiap acara tersebut, tapi apa pun alasnya abah bisa mengiring emosi jamaah untuk satu padu dalam mengagungkan nama Allah , menanamkan keyakinan hidup , dan memotifasi agar kita hidup lebih baik. Biar lah orang berkata apa yag perlu kita sadari, kita melihat satu obyak dari tempat yang berbada , dari sudut pandang yang terbatas akan kah kita bisa melihat semuaya Terima kasih Abah I love you

No comments:

Post a Comment