Saturday, 26 November 2011

Belajar Sulap Rotating Header Image Pesulap Indonesia

Belajar Sulap Rotating Header Image
Pesulap Indonesia
by Belajar Sulap.
26 comments

Bagi teman-teman yang pengemar sulap tentunya tidak asing dengan tokoh-tokoh pesulap indonesia yang ikut memajukan dunia sulap di Indonesia. Yang paling berperan besar adalah Deddy Corbuzier, ia merupakan tokoh pesulap yang mengembangkan acara the master di RCTI.

Berikut ini 3 Biografi Pesulap Besar di Indonesia:

deddy corbuzier Pesulap Indonesia

Deddy Corbuzier
28 Desember 1976

Biografi :

Deddy Corbuzier alias Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo dikenal sebagai seorang praktisi metalis kenamaan Indonesia.
Pria kelahiran di Jakarta, 28 Desember 1976 ini, pernah melakukan aksi menengangkan dengan mengendarai kendaraan dalam posisi mata tertutup, selain itu Deddy juga pernah melakukan tebak headline media massa yang ditentukannya sebelum media itu diterbitkan.Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina pada 25 Februari 2005, dan telah dikarunia seorang anak, Askanio Nikola Corbuzier.

demian Pesulap Indonesia

Demian Aditya
Tegal, 19 Juni 1980

Biografi :

Terlahir dengan nama Aditya Prambudhi namun lebih terkenal sebagai Demian Aditya, sang Ilusionist.
Anak pertama dari dua bersaudara ini semenjak usia 10 tahun telah berkenalan dengan dunia sulap secara otodidak.Namun namanya mulai terkenal bukan gara-gara sulap melainkan karena berhasil mengikuti ajang pemilihan Abang dan None Jakarta di tahun 2002.

Pria kelahiran Tegal, 19 Juni 1980 ini berhasil menyabet dua gelar sekaligus di ajang ini, yakni sebagai Abang Persahabatan 2002 dan Abang Favorit 2002.

Demian mulai terkenal di panggung hiburan sebagai pesulap saat telah memiliki acara sendiri di sebuah stasiun TV dengan judul DEMIAN SANG ILLUSIONIST pada tahun 2007.

Dalam sebuah acara di Lapangan Gasibu Bandung, suami artis Yulia Rachman ini berhasil melakukan teleportasi sebuah bola raksasa dengan diameter 8 meter yang berisi 7 orang di dalamnya.

romy rafael Pesulap Indonesia

Romy Rafael
Surabaya, Jawa Timur, 12 Juli 1977

Biografi :

Romy Rafael adalah seorang ahli dan praktisi hipnotis asal Indonesia, yang kemudian mengolah kemampuannya dalam panggung entertainment. Romy
pernah secara rutin tampil secara rutin di SCTV, menunjukkan kemampuan menghipnotisnya, dengan nuansa menghibur.Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1977 itu mengaku mendalami ilmu hipnotisnya dan berbagai kegunaannya lebih dari empat tahun di Amerika. Lelaki yang selalu mengenakan penutup kepala warna hitam ini mengaku pernah belajar di Hynotism Training Institute, Ultimate Stage Hypnotism Institute, dan Institute for Neuro Research and Education.

Romy saat ini menggunakan kemampuan hipnotisnya selain untuk hiburan, juga untuk aktivitas klinis (pengobatan psikis), medis (kedokteran), bahkan untuk bisnis dan perusahaan. Ia berusaha menghilangkan kesan negatif hipnotis lantaran banyak kasus penipuan dan kejahatan dengan ilmu ini.

Romy telah membuka Klinik Romy Rafael Hypnotheraphy di Jakarta Selatan, dengan menerima penyembuhan orang yang tengah dalam keadaan stres, depresi, phobia, bahkan menghilangkan kebiasaan buruk.

Selain itu, Romy juga telah menyusun buku Hipnoterapi: Quit Smoking! (2006), yang berisi panduan hipnoterapi dalam bentuk buku dan CD, untuk menghilangkan kecanduan rokok.

Pada 2005, Romy berhasil mencatat rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menghipnotis sekitar 5000 orang yang hadir dalam sebuah acara seminar yang berlangsung di Mangga Dua Square, Jakarta pada 11 November 2005.

puisi

jika malam nanti
kau tak melihat bintang di langit
itu bukan karena tertutup awan gelap
tetapi, karena bintang-bintang itu
aku petik dan ku letakkan di langit kamarmu
...
cobalah padamkan lampu kamarmu
maka kau kan melihat
berjuta kerlip bintang di kamarmu
yang sempurna dengan kau menjadi purnamanya

pejamkanlah matamu kasih
karena aku telah menunggumu
dalam istana mimpi kita
bersiap untuk membawamu
terbang dan bermalam di bulan
oh indahnya....
seandainya bukan cuma mimpi
oh bahagianya...
seandainya bukan di dumai
oh senangnya...
jika itu benar kamu yg datang dimimpiku
aku akan tidur dan ga akan bangun lagi........

Tempe Setengah Jadi

Abah dan Emak tinggal di sebuah desa yang cukup terpencil. Setiap hari, mereka bekerja membuat tempe untuk kemudian Abah menjualnya ke pasar. Jualan tempe merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk bertahan hidup.

Pada satu pagi, Abah jatuh sakit, Emak pun mengambil alih tugas menjual tempe. Saat tengah bersiap-siap untuk pergi ke pasar menjual tempenya, tiba-tiba Emak sadar bahwa tempe buatannya hari itu masih belum matang, masih separah jadi.

Emak merasa sangat sedih karena tempe yang masih muda dan belum matang pastinya tidak akan laku. Itu artinya, untuk hari itu, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan. Ketika Emak dalam kesedihan, tiba-tiba Abah mengingatkan Emak bahwa Allah Swt mampu melakukan perkara-perkara ajaib karena tiada yang mustahil bagi-Nya.

Emak pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar kacang kedelai ini menjadi tempe, amin." Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Emak sangat yakin Allah pasti mengabulkan doanya.

Dengan tenang, Emak pun menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya. Emak pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Emak termenung seketika sebab kacang itu masih tetap kacang kedelai yang belum matang benar.

Namun, Emak tidak putus asa. Dia berpikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Emak pun mengangkat kedua tangannya kembali dan berdoa lagi, "Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagi-Mu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe karena inilah mata pencarian kami. Aku mohon, jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, amin."

Dengan penuh harapan, Emak pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Emak menjadi heran sebab kacang-kacang kedelai itu ... masih tetap seperti semula!

Hari pun semakin siang. Artinya, pasar pun sudah ramai didatangi pembeli. Emak tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Berbekal keyakinan yang sangat tinggi, Emak memaksakan diri untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Emak berpikir, mungkin keajaiban Allah akan terjadi dalam perjalanannya ke pasar.

Dia pun berangkat ke pasar. Semua perlengkapan untuk menjual tempe, seperti biasa, dibawa bersama. Sebelum keluar dari rumah, Emak sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, "Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara, aku berjalan menuju ke pasar, karuniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe, amin." Dengan penuh keyakinan, wanita tua ini pun berangkat. Di sepanjang perjalanan, dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya.

Sesampai di pasar, cepat-cepat, Emak meletakkan barang-barangnya. Emak betul-betul yakin kalau tempenya sekarang sudah benar-benar matang dan siap untuk dijual. Dengan hati yang berdebar-debar, Emak pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan yang ada. Perlahan-lahan, Emak membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya benar-benar tidak berubah, masih seperti semula!

Emak menarik napas dalam-dalam. Harapan dikabulkan-nya doa perlahan menipis. Emak merasa Allah tidak adil. Allah tidak kasihan kepadanya. Inilah satu-satunya sumber penghasilannya: berjualan tempe.

Dia pun hanya duduk saja tanpa membuka barang dagangannya itu sebab dia yakin bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru setengah jadi. Hari pun beranjak petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai berkurang.

Emak melihat para penjual tempe lainnya, jualan mereka sudah hampir habis. Emak tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa dia pulang tanpa membawa hasil jualannya hari itu.

Namun, jauh di sudut hatinya, Emak masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walau tahu bahwa hari itu dia tidak akan mendapatkan pendapatan langsung, tetapi Emak berdoa untuk terakhir kali "Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini."

Tiba-tiba, Emak dikejutkan oleh teguran seorang wanita. "Bu ...! Maaf ya, saya ingin bertanya, apakah Ibu menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi, saya sudah pusing berkeliling pasar ini untuk mencarinya, tapi tidak ketemu juga."

Emak langsung termenung, seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Betapa tidak terkejut, sejak sepuluh tahun dia menjual tempe, tidak pernah ada seorang pun pelanggan yang mencari tempe belum jadi.

Sebelum Emak menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat Emak berdoa di dalam hatinya "Ya Allah, saat ini aku tidak mau tempe ini menjadi matang. Biarlah kacang kedelai ini tetap seperti semula, amin."

Sebelum menjawab wanita itu, Emak pun membuka sedikit daun penutupnya. Alangkah senangnya hati Emak, ternyata memang benar, tempenya masih seperti semula! Hati Emak pun bersorak gembira. "Alhamdulillah," ucapnya.

Wanita itu pun memborong semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, Emak sempat bertanya mengapa dia membeli tempe yang belum jadi. Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang tengah sekolah di Inggris ingin makan tempe dari desa.

Karena tempe itu akan dikirimkan ke tempat anaknya itu, si Ibu pun membeli tempe yang belum jadi. Harapannya, apabila sampai di Eropa nanti, akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, sesampainya di sana, tempe itu sudah tidak enak lagi dimakan.

Demi Allah, tiada seorang pun yang berbaik sangka kepada Allah, melainkan pasti akan memberikan kepadanya apa yang dia sangkakan. Sebab, semua kebaikan itu ada dalam genggaman Allah.

Maka apabila Allah sudah memberi husnuzan-Nya, berarti Allah akan memberi apa yang disangkakannya itu. (Abdullah bin Mas'ud)

1 komentar:

Merindukan Mati Syahid

Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Al Khathab berkeliling kota membangunkan kaum muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, beliau sendiri yang mengatur saf (barisan) dan mengimami para jamaah.

Pada shubuh itu, tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ihram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darah pun menyembur.

Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat. Padahal, waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikan posisinya sebagai imam.

Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah.

Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!"

Lalu, yang hadir serentak berkata, "Shalat, wahai Amirul Mukminin. Shalat telah hampir dilaksanakan."

Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Lalu, beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Taklama kemudian, sahabat terbaik Rasulullah saw. ini pun wafat.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada Umar Al Faruq ini adalah buah dari doa yang beliau panjatkan kepada Allah Swt. Alkisah, suatu ketika, saat sedang wukuf di Arafah, beliau membaca doa, "Ya Allah, aku mohon mati syahid di jalan-Mu dan wafat di negeri Rasul-Mu (Madinah)." (HR Malik)

Sepulangnya dari menunaikan ibadah haji, Umar pun menceritakan soal doanya itu kepada salah seorang sahabatnya di Madinah. Sahabat itu pun berkomentar, "Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid, tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya."

Dengan ringan, Umar menjawab, "Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah."

Keesokan harinya, saat Umar mengimami shalat shubuh di masjid, seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu'luah itu menghunuskan pisaunya ke tubuh Umar yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun roboh di samping mihrab.

Seperti itulah, Allah telah mengabulkan doa Umar bin Al Khathab untuk bisa syahid di Madinah dan dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah saw. dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Friday, 25 November 2011

Apa yang menarik dari cicak?

Pernahkan Anda bertemu dengan orang-orang yang selalu menceritakan kehebatan masa lalunya, ataukah Anda pernah bertemu dengan orang-orang yang selalu mengkhawatirkan akan masa yang akan datang.

Kedua perilaku tersebut tidak akan membawa kita kemana-mana, mereka yang selalu menceritakan kehebatan masa lalunya hanya akan terbelenggu dengan sejarah, mereka hanya menjadi sebuah monumen dan tidak akan bergerak maju.

Sedangkan mereka yang mengkhawatirkan akan masa depan, terbelenggu dengan ketakutan-ketakutannya. Ketakutan dalam bahasa Inggris adalah Worry yang diartikan oleh Webster dictionary “to harass by tearing, biting, or snapping especially at the throat”. Orang yang merasa ketakutan atau khawatir seperti orang yang tercekik tenggorokannya, membuat orang itu tidak bisa bernafas. Begitu juga dengan orang yang khawatir akan kehabisan energy karena kekhawatirannya itu.

Supaya kita tidak terjebak dengan keberhasilan atau kegagalan kita dimasa lalu atau ketakutan kita akan masa yang akan datang, kita harus memfokuskan segala upaya kita pada hari ini “karena hari inilah satu-satunya waktu yang kita punyai, apa yang kita lakukan pada hari ini akan menentukan apa yang terjadi di masa datang”.

Bagaimana agar hari ini menjadi sebuah mahakarya?

Mari kita belajar dari binatang yang namanya cicak. Betul… binatang ini kecil dan kita bisa menangkapnya dengan tangan kita, tetapi binatang ini juga sangat luar biasa, karena dia bisa juga berada di istana Presiden. Saya yakin kalau Cicak bisa ngomong pasti akan diminta membeberkan rahasianya oleh para politikus.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Cicak?

Cicak tidak mempunyai ambisi apapun, yang ia lakukan hanyalah mengejar nyamuk, karena hanya itulah keahliannya, kalau tiba-tiba ia bisa berada di Istana Presiden itu semua hanya karena ia mengejar nyamuk bukan mengejar Istana Presiden.

Demikian juga seharusnya kita, apapun profesi kita saat ini, yang terpenting adalah lakukan apa yang menjadi keahlian kita masing-masing, berikan yang terbaik, jangan terpaku pada keberhasilan masa lalu, karena itu sudah menjadi sejarah, dan jangan juga takut akan masa depan, karena itu masih sebuah misteri. Saya percaya kalau kita setia melakukan hal-hal kecil dengan baik, suatu saat kita akan dipercaya untuk melakukan hal-hal yang besar.

"Guru dan Dosen "Eksistensi Peradaban Manusia

Guru dalam bahasa Sanskerta berarti "Berat", sedangkan menurut Undang-Unang Republik Indonesia Tahun 2005 ialah pendidik fropesional dengan tugas utama mengajarkan, mendidik, melatih, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. sedangkan Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sedangkan dalam pandangan islam pendidik ialah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap peserta didik, Dalam Islam orang yang paling bertanggung jawab ialah orang tua, orang tua merupakan pendidik yang paling utama, hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu pertama, karena kodrat dan takdir orang tua menjadi orang tua anaknya. kedua, kepentingan orang tua dalam perkembangan anaknya. oleh karena itu tugas guru sangatlah berat dan mulia dimata Allah Swt. guru membangun karakter-karakter manusia, sehingga menjadi sebuah peradaban manusia, tanpa bimbingan seorang guru apa jadinya dunia ini? realita hari ini propesi keguruan sangatlah digemari, apakah hal ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikan anggaran pendidikan menjadi 20 %? Coba kita lihat para pahlawan kita yang berjuang di bidang pendidikan salah satunya ialah Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan,, Dewi Sartika, Ki Sarmidi Mangun Sarkoro, meraka berjuang demi peradaban bangsa Indonesia tanpa intrik-intrik tertentu, cita-cita mereka ialah sebuah peradaban gemilang, mereka berkonban bukanya hanya ilmu tapi harta, bahkan nyawa mereka pun jadi taruhan, begitu mulia jasa para pahlawan di bidang pendidikan, untuk itu marilah mulai saat inilah kita sebagai pendidik melaksanakn tugas sebagai pendidik dengan cita-cita membangun peradaban bangsa Indonesia Sesuai Pancasila dan UUD 45.

Penulis Adalah Praktisi Guru di Sekolah Alam Fathia Sukabumi

Ini adalah Postingan Lomba Menulis opini di SukabumiToday.Com.

25 Nov 2011 10.000 Halaman Facebook Diblokir Hari Ini Di Thailand Read more: http://www.tamanbacaan.web.id/2011/11/10000-halaman-facebook-diblokir-hari.html#ixzz1eiBA4A1W

25 Nov 2011 10.000 Halaman Facebook Diblokir Hari Ini Di Thailand Read more: http://www.tamanbacaan.web.id/2011/11/10000-halaman-facebook-diblokir-hari.html#ixzz1eiBA4A1W